Referensi API

Astronomi

Data astronomi terhitung dari rumus publik NOAA/USNO: terbit/terbenam matahari, siang hari, senja (twilight), fase bulan, fase bulan berikutnya, dan prediksi gerhana. Murni komputasi lokal — tanpa sumber data eksternal, cocok untuk penggunaan komersial.

Endpoint utama
GET https://use.apiindonesia.id/api/v1/astronomi/sun
Jumlah endpoint
5
Autentikasi
Header x-api-key (buat gratis di dashboard)
Harga
2 kredit (Rp2) per request sukses; request gagal gratis
Format
JSON (REST), contoh cURL, JavaScript, Python
Ringkasan Produk

Apa yang Anda dapat dari API ini

Data astronomi terhitung dari rumus publik NOAA/USNO: terbit/terbenam matahari, siang hari, senja (twilight), fase bulan, fase bulan berikutnya, dan prediksi gerhana. Murni komputasi lokal — tanpa sumber data eksternal, cocok untuk penggunaan komersial.

Cakupan
5

endpoint siap pakai dalam produk ini, dengan respons JSON dan pola error yang konsisten.

Akses
API key

Bisa dicoba dengan bonus 3.000 kredit saat daftar, lalu dipakai di production lewat satu API key API Indonesia.

Contoh resource
https://use.apiindonesia.id/api/v1/astronomi/sun

Mengembalikan waktu terbit, terbenam, siang hari (solar noon), dan panjang hari untuk lat/lon dan tanggal tertentu. Mendukung polar night / midnight sun.

Kapan API ini layak dipakai?

API Astronomi cocok untuk aplikasi lifestyle, fotografi, travel, agrikultur, konstruksi, dan kalender yang perlu waktu terbit/terbenam matahari, senja, fase bulan, dan prediksi gerhana berbasis perhitungan.

Produk fotografi perlu golden hour, blue hour, atau fase bulan untuk perencanaan sesi.

Aplikasi outdoor perlu estimasi panjang hari dan waktu senja di lokasi tertentu.

Kalender ingin menampilkan fase bulan atau prediksi gerhana sebagai konteks tambahan.

Sebagian output adalah perhitungan aproximasi. Untuk observasi ilmiah presisi tinggi, gunakan data astronomi khusus dari penyedia yang sesuai.

Contoh skenario produk

Bagian ini membedakan halaman produk dari dokumentasi. Dokumentasi menjawab cara memanggil endpoint; halaman ini menjawab kenapa endpoint tersebut masuk akal untuk fitur Anda.

  • Aplikasi muslim & lifestyle: tampilkan waktu terbit/terbenam dan fase bulan untuk penjadwalan ibadah atau acara luar ruang.
  • Fotografi & travel: rencanakan golden hour, blue hour, dan sesi astrofotografi berdasarkan waktu senja & fase bulan.
  • Agrikultur & konstruksi: estimasi jam kerja efektif berdasarkan panjang hari dan cahaya matahari.

Contoh Pemakaian

Request
curl "https://use.apiindonesia.id/api/v1/astronomi/sun?lat=-6.2&lon=106.8&tanggal=2025-06-21&tz=%2B07:00" \
  -H "x-api-key: YOUR_API_KEY"
Respons · 200 OK
{
  "data": {
    "date": "2025-06-21",
    "latitude": -6.2,
    "longitude": 106.8,
    "timezone": "+07:00",
    "sunrise": "06:00",
    "sunset": "17:46",
    "solarNoon": "11:53",
    "dayLength": 42343,
    "declination": 23.44,
    "equationOfTime": -0.76,
    "polarPhase": "normal"
  },
  "meta": {
    "disclaimer": "Hasil dihitung dari rumus astronomi publik (NOAA/USNO). Aksen ±2 menit adalah normal untuk terbit/terbenam.",
    "source": "Computed (NOAA/USNO)"
  }
}

Artikel Terkait

Harga 2 kredit (Rp2) per request sukses; request gagal gratis. Bonus 3.000 kredit sekali saat daftar, tanpa kartu kredit dan tanpa jatah bulanan.

Pertanyaan seputar API Astronomi

Apa saja yang bisa dihitung?

Terbit dan terbenam matahari, panjang hari, waktu senja (twilight), fase bulan, fase bulan berikutnya, dan prediksi gerhana.

Dari mana datanya?

Dihitung lokal dengan rumus publik NOAA/USNO, tanpa sumber data eksternal, sehingga aman dipakai komersial.

Bagaimana menghitung terbit matahari di lokasi tertentu?

Panggil GET /api/v1/astronomi/sun dengan lat, lon, tanggal, dan tz.

Mulai Sekarang

Mulai Integrasi
Hari Ini

Daftar gratis dan dapatkan bonus 3.000 kredit (Rp3.000) setelah email diverifikasi, ambil API key, lalu langsung call endpoint pertama Anda. Tanpa kartu kredit, tanpa proses approval yang ribet.

Visualisasi gelombang titik